VIRAL

Deddy Corbuzier Akhirnya Meminta Maaf Perihal Santri Tutup Kuping Dengar Lagu

Berita mengenai belasan santri yang tengah mengantre vaksin dan menutup kedua telinganya ketika mendengar musik menjadi pembicaraan. Netizen sampai tokoh Tanah Air turut mengomentari hal tersebut.

Tak terkecuali YouTuber Deddy Corbuzier. Dia sempat merespons berita tersebut namun kini mengakui kesalahan-kesalahannya.

Tunangan Sabrina Chairunnisa itu mengatakan salah paham dengan kabar tersebut. Lewat media sosial pribadinya, akhirnya pria berkepala plontos itu meminta maaf.

“Saya mau minta maaf yang sebesar-besarnya soal santri yang tutup kuping, karena saya g*** aja sudah itu kayaknya ya memang go*** aja tidak bisa melihat situasi pada saat itu,” buka Deddy Corbuzier dalam Instagram miliknya.

Dia salah paham dan mengira santri-santri tersebut dilarang dengar musik oleh gurunya.

“Tapi gurunya juga mendengarkan musik dan mengambil video santri-santri tersebut,” jelas Deddy Corbuzier lagi.

Deddy Corbuzier mengakui jika kesalahpahamannya itu berujung dengan permintaan maaf. Dia mengaku bukanlah sosok yang sempurna dan mengetahui pengetahuan tentang dunia santri sekaligus para penghafal AL Quran.

“Saya nggak ada pengetahuan bahwa mereka penghafal Al Quran atau sedang menghafalkan Al Quran. Yang saya tahu mereka sedang mengantre vaksin,” tutur Deddy Corbuzier.

Gara-gara masalah itu, Deddy Corbuzier juga mengakui harus segera mengklarifikasi masalah ini kepada banyak orang.

“Intinya saya minta maaf,” tegasnya.

“Saya benar-benar nggak tahu kalau mereka para penghafal AL Quran dan itu harus diklarifikasi saja. Saya tidak tahu, saya minta maaf,” sambungnya.

Bahkan dia juga berjanji bakal belajar lagi kedepannya. Kesalahpahaman itu membuat dia harus membuka diri dengan berbagai ilmu lainnya.

Sebelumnya, isu mengenai santri yang tutup kuping saat mendengar musik itu viral di media sosial. Banyak netizen yang mengatakan aktivitas itu dicap sebagai radikal.

Pimpinan ponpes Tahfidz Abdurrahman Basuri Indramayu Ustaz Amin Syofyan juga angkat bicara. Menurutnya, tindakan tersebut tidak seharusnya disebut radikal.

“Terus terang untuk menghafal Al Quran itu adalah tantangan yang berat dan mendengar musik memang dapat mengganggu konsentrasi hafalan,” katanya.

Sebelumnya, Deddy Corbuzier pernah membuat heboh dengan kabar mengenai kondisi kesehatannya saat terpapar COVID-19. Ia mengatakan terkena badai sitokin dan hampir meninggal dunia.

Setelah dua minggu setelah pengumuman berhenti dari media sosial, Deddy Corbuzier mengatakan kondisi kesehatannya menurun drastis.

“Saya sakit, kritis. Hampir meninggal karena badai cytokine, lucunya dengan keadaan sudah negatif. Yes, it’s covid,” kata Deddy Corbuzier.

ak hanya mengaku sakit, kritis, dan hampir meninggal dunia, Deddy Corbuzier juga mengatakan paru-parunya mengalami kerusakan yang parah. Paru-paru Deddy Corbuzier rusak sebanyak 60% selama dua hari.

“Jendral Lukman Waka RSPAD, dr Wenny Tan hingga dr Gunawan turun tangan semaksimal mungkin untuk menstabilkan keadaan saya keluar dari masa kritis,” kata Deddy.

POLDA Sumut Limpahkan Berkas Kasus Korupsi Mantan Bupati Labura ke Kejati Sumut

Previous article

Partai Ummat Terkini: dari Dualisme Kepemimpinan hingga Kader-kader Mundur

Next article

Comments

Comments are closed.